December 22, 2008

4 Tools Gratis Mengembalikan File yang Terhapus

Filed under: CurHatKu

Jakarta - Pernah menghapus file-file penting di komputer tanpa disengaja? Kasus seperti ini mungkin pernah menimpa Anda, terkadang terjadi karena kita tengah terburu-buru atau dikejar waktu.

Namun jangan khawatir, Anda bisa menggunakan tools khusus untuk mengembalikan file-file tadi. Berikut ini ada 4 tools yang bisa Anda gunakan untuk mengembalikan file yang terhapus. Tools ini dapat di-download secara gratis di internet.

1. Undelete Plus
Di antara aplikasi-aplikasi gratis yang beredar di luaran untuk mengembalikan file yang terhapus, Undelete Plus salah satu yang dapat digunakan. User interface-nya (antar muka) tergolong sangat simpel. Anda dapat mengembalikan file-file yang terhapus dengan mudah sesuai dengan tipe file, misalnya Application, GIF graphics, HTML Documents, PDF.

Tools ini beroperasi pada sistem operasi Windows 95, Windows 98, Windows Me, Windows NT, Windows 2000, Windows XP, Windows 2003 dan Windows Vista. Anda dapat men-download Undelete Plus di: http://www.undelete-plus.com/

2. Restoration
Restoration adalah salah satu aplikasi untuk mengembalikan file yang terhapus. Tools ini juga sangat mudah digunakan dan tidak perlu diinstal di komputer. Cukup download toolsnya di: http://www.snapfiles.com/get/restoration.html, lalu jalankan file executable-nya untuk mengembalikan file yang terhapus.

3. PC Inspector File Recovery
Meski user interface PC inspector File Recovery tidak begitu user friendly, aplikasi ini tergolong sangat ampuh untuk mendeteksi dan mengembalikan file yang terhapus. Sesudah dilakukan proses scanning, akan tersaji file-file yang terhapus dalam folder dengan struktur pohon (tree structure) untuk mempermudah pencarian. Dengan begitu, Anda dengan mudah dapat mencari dan memilih file/folder yang terhapus, lalu klik icon "save" untuk mengembalikan file. Tools ini dapat di-download di: http://www.pcinspector.de/Sites/file_recovery/info.htm?language=1

4. Recuva
Recuva sering disebut juga sebagai "Recover". User interface-nya sangat sederhana. Pada mode basic, tools ini akan menampilkan daftar file-file yang terhapus yang bisa dikembalikan. Jika Anda menggantinya ke mode advanced, maka proses scanning ulang akan dilakukan dan muncul pilihan untuk menampilkan informasi berisi daftar file-file yang terhapus. Tools ini dapat di-download di: http://www.recuva.com/

 

Sumber : Detikinet - Senin, 17/11/2008

4 Tipe UPS, Keunggulan dan Kekurangannya

Filed under: Umum

Jakarta - Anda mungkin sudah mengenal Uninteruptible Power Supply (UPS). Akan tetapi, seringkali orang hanya mengenal dua jenis UPS yang memang paling mudah ditemui di pasaran.

Kedua jenis tersebut adalah UPS jenis standby dan UPS jenis online. Pada kenyataannya, UPS masih memiliki beberapa jenis lainnya dengan keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

American Power Conversion (APC), pemimpin global dalam layanan critical power dan cooling services yang juga terkenal dengan produk-produk UPSnya, memberikan informasi dan tips mengenai ragam UPS agar para pengguna dapat lebih mengenal dan memilih UPS yang sesuai dengan kebutuhannya.

Dari model rancangannya UPS terbagi dalam beberapa tipe yang menghasilkan karakteristik kinerja berbeda:

  1. Standby
  2. Line Interactive
  3. Double Conversion On-Line
  4. Delta Conversion On-Line
UPS tipe Standby

Tipe ini biasa digunakan oleh para pengguna rumahan untuk disandingkan dengan PC mereka. UPS dengan tipe seperti ini mampu melakukan filtrasi terhadap gangguan daya dan pengelolaan arus, selain itu rancangannya efisien, ukurannya kecil serta murah.

UPS tipe Line Interactive

UPS tipe ini adalah yang paling sering digunakan pada unit small business, pengembang web, dan sejumlah server yang berada di departemen pemerintahan. Sebab, selain memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, tipe ini juga memiliki kemampuan menyesuaikan voltase yang cukup baik.

UPS ini memiliki Inverter yang selalu terhubung ke output sistem UPS untuk mengubah daya dari batere ke AC. Dalam keadaan normal, Inverter akan melakukan pengisian batere. Sedangkan dalam keadaan listrik padam, Transfer Switch akan menutup dan mengalirkan daya dari batere ke output UPS.

Posisi Inverter yang selalu terhubung ke output memberi tambahan penyaring daya. Hal inilah yang membuat UPS dengan tipe ini banyak digunakan untuk server dan kondisi listrik yang tidak terlalu baik.

UPS tipe Double Conversion On-Line

Tipe ini merupakan yang paling lazim untuk UPS dengan daya lebih dari 10kVA. Tipe ini memiliki kesamaan dengan tipe Standby. Hanya saja tipe ini memiliki sumber tenaga utama yang terletak pada Inverter, bukan pada sumber listrik AC.

Pada tipe ini, terputusnya pasokan listrik utama tidak akan memicu sakelar transfer karena arus listrik AC yang masuk pada bagian input tengah melakukan pengisian pada batere yang memberikan tenaga pada Inverter yang terletak pada bagian output.

Oleh karena itu, ketika arus listrik AC terputus, arus tenaga akan segera dialihkan tanpa mengambil jeda saat pengalihan terjadi. UPS tipe ini memperlihatkan kinerja di atas rata-rata. Dapat dikatakan tipe ini mendekati gambaran ideal dari sebuah UPS, sayangnya tipe ini menghasilkan panas yang cukup tinggi.

UPS tipe Delta Conversion On-Line

Hampir sama dengan tipe Double Conversion, tipe Delta menggunakan Inverter untuk selalu memasok voltase. Saat pasokan tenaga terputus, tipe ini melakukan hal yang sama dengan tipe Double Conversion.

Delta Conversion memiliki dua fungsi, yang pertama adalah untuk mengendalikan karakteristik power input. Sedangkan fungsi yang kedua adalah untuk mengendalikan arus pada input untuk mengarahkan proses pengisian pada sistem batere.

Hal yang perlu diingat adalah tipe ini meminimalisir energi yang terbuang. Selain itu, ia memiliki kompatibilitas tinggi terhadap beragam jenis generator serta mengurangi kebutuhan akan penggunaan kabel.

Secara ringkas, keunggulan dan kekurangan tipe-tipe UPS tersebut dapat dilihat di bawah ini:

Standby
Keunggulan: biaya rendah; efisiensi tinggi; desain kompak.
Kekurangan: baterai tetap terpakai saat listrik padam; tidak cocok untuk pemakaian di atas 2kVA.
Keterangan: paling cocok untuk pengguna personal.

Line Interactive
Keunggulan: reliabilitas tinggi; efisiensi tinggi; penyesuaian voltase baik.
Kekurangan: tidak cocok untuk pemakaian di atas 5kVA.
Keterangan: tipe UPS yang paling sering digunakan dalam kondisi listrik yang tidak menentu.

Double Conversion On-Line
Keunggulan: penyesuaian voltase yang sangat baik; mudah untuk disambungkan secara paralel.
Kekurangan: efisiensi rendah; harganya mahal untuk tipe dengan daya di bawah 5kVA.
Keterangan: mendekati gambaran ideal UPS, tapi menghasilkan panas yang cukup tinggi.

Delta Conversion On-line
Keunggulan: penyesuaian voltase yang sangat baik; efisiensi tinggi.
Kekurangan: tidak cocok untuk penggunaan di bawah 5kVA.
Keterangan: efisiensi tinggi memperpanjang daur hidup perangkat saat digunakan pada sistem yang besar.

 
Sumber : detikINET, Selasa (16/12/2008), 
November 19, 2008

Lelaki Yang Curhat 1

Filed under: CurHatKu

Sudah lama tidak mencurahkan isi hati didalam blog ini….

Bukan karena tidak ada yang berkenang di setiap hari yang kujalani….

Tapi….

Mungkin karena lagi malas, atau sengaja membuang pikiran - pikiran yang tidak kuinginkan….

Entah resah, sepi,Lagi Bosyen, Lagi BT, Lagi Hilang Ingatan, Lagi bermuka bodoh atau  lagi kosong DLL, akhirnya Kembali mengetikkan kata-kata sampah yang hanya memenuhi Cache ….

Tentang Kerjaan….emoticon

Tentang Kuliahan….Surrender

Tentang Perempuan…Wub

Tentang Keluarga….Dunce

Tentang sahabat….Drunk

Tentang Apa ajalah….Flush

dasar Wong Katrok….Wallbashing

Waduuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhh Kosong………….emoticon

 

Mulai dari mana nulisnya…….. emoticon

dan Tama tulisannya yang mana dulu yaaaa………..emoticon

 

Tentang W+A+N+I+T+A…..????

aq Mengenal Seorang WNT, Pertama aku mengenalnya wajah dan kepribadiannya seperti ini " emoticon".

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun terlewati entah semakin lama bersamaku dia berubah seperti ini " emoticon ",

Bosan jadinya emoticon.

Banyak hal yang terlewatkan, Canda tawa kesal bosan caci maki tonjok-tonjokan sedih tangis, cuma satu hal yang belum terjadi antara kami yaitu saling membunuh…emoticon

Apalagi yah tentang dia…??????  emoticonemoticonemoticonemoticonemoticon

 

Mmmmmmemoticonemoticonemoticonemoticon……..

Ya udah tentang dia cukup sekian.

dan beberapa bLN Kemudian Aq mengenal seorang WNT, wajahnya yang pertama kali aku lihat juga seperti ini  Wub,

Banyak kesan tapi akan selalu tertutupi karena Aku masih ada dia " emoticon "walaupun sebenarnya aq sudah bosan dan bosan….

Ingin kutemui Si emoticon, tapi aq takut  di Smack Down oleh Si emoticon,

Dan inilah yang menjadi pengalaman cintaku saat ini.emoticon

Kujalani sebuah kisah yang tak lagi kuinginkan.

Dan kuharap Hujan Deras turun mengguyur tubuhku tanpa didahului kilat dan Petir….

Curahan Hati Lelaki baik hati...emoticon

July 17, 2008

Daftar Ukuran Photo Standar

Filed under: Umum
Ukuran dalam cm 2 R = 6 x 9 cm 3 R = 8.9 x 12.7 cm 4 R = 10.2 x 15.2 cm 5 R = 12.7 x 17.8 cm 6 R = 15.2 x 20.3 cm 8 R = 20.3 x 25.4 cm 8 R (plus) = 20.3 x 30.5 cm 10 R = 25.4 x 30.5 10 R (puls) = 25.4 x 38.1 cm UKURAN MAKSIMAL KERTAS FOTO UNTUK PONSEL KAMERA Ponsel 0.1 megapixel (352×22 8) ukuran teoritis 3 x 2.4 cm ukuran yang mendekati pasfoto 2×3 ponsel 0.3 megapixel (640×480) ukuran teoritis 5.4 x 4.1 cm ukuran yang mendekati pasfoto 4×6 Ponsel 1.0 megapixel (1.152×864) ukuran teoritis 9.7 x 7.3 cm ukuran yang mendekati 2 R (6 cmx 9 cm) Ponsel 1.2 megapixel (1.280×960) ukuran teoritis 10.8 cm x8.1 cm ukuran yang mendekati 2 R (6 cm x 9 cm) Ponsel 1.3 megapixel (1.280×1.024) ukuran teoritis 10.8 x 8.7 cm ukuran yang mendekati 2 R (6 cm x 9 cm)emoticon
May 19, 2008

Kalau aku SBY….!!!!

Filed under: CurHatKu

Teriakan berkumandang diseluruh seantero tanah air……………

Ada apa gerangan….????

BBM… BBM… BBM… BBM…BBM… BBM… BBM… BBM…

BBM… BBM… BBM… BBM…BBM… BBM… BBM… BBM…

BBM… BBM… BBM… BBM…BBM… BBM… BBM… BBM…

BBM… BBM… BBM… BBM…BBM… BBM… BBM… BBM…

BBM… BBM… BBM… BBM…BBM… BBM… BBM… BBM…

Entah berapakali kata itu terucap dalam sehari disetiap bibir perih yang tak tau apa-apa.

Siapa sih aktor dibalik peristiwa ini…

Tiada lain, tiada bukan.

SBY… SBY… SBY… SBY… SBY… SBY… SBY… SBY… SBY…

SBY… SBY… SBY…SBY… SBY… SBY…SBY… SBY… SBY…

SBY… SBY… SBY…SBY… SBY… SBY…SBY… SBY… SBY…

SBY… SBY… SBY…SBY… SBY… SBY…SBY… SBY… SBY…

SBY… SBY… SBY…SBY… SBY… SBY…SBY… SBY… SBY…

Siapa orang yang termasuk sangat mengerti akan Kebijakan ini….????

Jangan cuma ASAL……..

Teriak sana-sini……….

Kita semua Menderita……….

Kita semua Membutuhkan kesejahteraan……..

dan Perlu makan yang cukup, yang tentunya bukan dari harga yang melambung, yang tidak lagi dapat kita gapai hingga kitapun kelaparan……….

Lalu apa solusinya…………..????emoticonemoticonemoticonemoticonemoticonemoticonemoticonemoticonemoticonemoticon

……………emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon

Kalau aku SBY……………..

Harga minyak tidak akan kunaikkan,

Malahan tambah kuturunkan, bahkan gratis aja.

Weleh………

Knapa bisa begitu..??????????????emoticon emoticonemoticonemoticonemoticonemoticonemoticon

Saya ini, akan mencalonkan lagi jadi presiden tahun 2009.

Saya harus memanjakan rakyat, supaya pemilu tahun 2009 mereka milih saya lagi jadi presidennya……….

Pokoknya semua akan saya berikan buat rakyat……….

Rakyat………..

dan Rakyat………

Itukan mau mereka…………………..

Sedangkan saya, Saya mau lagi terpilih jadi presiden.

Tapi kenapa SBY Tidak melakukan itu???? 

Kenapa…………????????
Kenapa…………????????

Jawabannya ada pada diri kita masing-masing,

yang jelasnya kita jangan sampai terpecah cuma karena persoalan seperti itu,

Banyak yang ingin memperbudak kita……..

Memprovokasi kita seperti hewan, Seperti kerbau, Seperti apapun yang akan menghinakan Kita sebagai wong CILIK……….

Mereka punya kepentingan diatas kita, JANGAN TERPENGARUH………

Mari kita beraspirasi, Tapi bukan untuk merusak

Tapi mari kita beraspirasi untuk membangun  negara kita ini untuk kemajuan masa depan…..

semoga masa sulit kita ini bisa kita lewati dengan tabah…………

Wassalam…..emoticon 

March 31, 2008

Link - Link

Filed under: Umum
Organisasi / Lembaga Pemerintah :
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI/TNI)
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Badan Pemeriksa Keuangan
Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)
Badan Pengendalian Dampak Linkungan (Bapedal)
Badan Pengkajian Dan Penerapan Tehnologi (link lain)
Badan Urusan Logistik
Bakosurtanal - Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bapepam - Badan Pengawas Pasar Modal
Bappenas - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
BATAN - Badan Tenaga Atom Nasional
Biro Pusat Statistik
BKKBN
BP-7
BPIS
Departemen Agama (link lain)
Departemen Industri Dan Perdagangan
Pusat Data Online
Departemen Kehakiman
Departemen Kehutanan dan Perkebunan (link lain)
Departemen Kesehatan (link lain)
Departemen Keuangan
Departemen Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah
Departemen Lingkungan Hidup (link lain)
Departemen Luar Negeri (link lain)
Departemen Pariwisata, Pos & Telekomunikasi
Departemen Pekerjaan Umum
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
Departemen Penerangan
Departemen Perhubungan
Departemen Perindustrian dan Perdagangan
Departemen Pertanian 
Departemen Pertahanan dan Keamanan
Departemen Pertambangan dan Energi
Departemen Tenaga Kerja
Dewan Perwakilan Rakyat
Direktorat Pendidikan Menengah Umum
Direktorat Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam
Jaring Pengaman Sosial berita seputar penyaluran jps (pangan, KUT)
Kepolisian Republik Indonesia (POLRI)
Komisi Nasional HAM - Komnas HAM (Edisi bahasa Inggris)
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
LIPI - Oseanologi
Majelis Permusyawaratan Rakyat
MenKo Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan
Menteri Negara Kependudukan
Menteri Negara Lingkungan Hidup
Menteri Negara Pangan, Hortikultura,dan Obata-obatan
Menteri Negara Riset dan Teknologi
Pemerintah Republik Indonesia
PT. Pupuk Sriwidjaja pupuk, pangan, pertanian
PT. Telkom
Pusat Informasi Nasional (PIN) - Deppen
Pusat Penerangan ABRI
Sekretariat ASEAN Jakarta
Sekretariat Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia
Sekretaris Negara
TNI-AD
TNI-AU
TNI-AL

- link lain -
National Research Council
Pusat Riset Dan Pengembangan Teknologi Informasi Dan Komputer
R&D Centre for Electrical Power and Mechatronics
Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga
Science & Technology Indicators of Indonesia
Sustainable Development Networking Programme
National Survey and Topology Coordination Assembly

Organisasi / Lembaga Non Pemerintah :

Aliansi Pemuda Independen Indonesia - API
Asosiasi Pengusaha Komputer Jawa Timur
Asosiasi Perumahan Kooperatif, Bandung
Cides
Human Rights Watch:
Indonesia: the Post-Soeharto Period
Indonesia & East Timor
Action needed on Ambon violence
Ikatan Cedikiawan Muslim Indonesia - ICMI
Indonesian Mangrove Foundation
International Centre for Forestry Research Bogor
Int. NGO Forum on Indonesian Development - INFID (Belanda, link lain)
Kedutaan Amerika
Kedutaan Australia
Kedutaan Belanda
Kedutaan Inggris
Kedutaan Prancis
Kisdi
Lembaga Alam Tropika Indonesia - LATIN
LPSI Online
LPPOM Majelis Ulama Indonesia - LPPOM MUI
NBIN gabungan lembaga di bidang hayati (bio., alam, ling., pert.)
Solidaritas Nusa-Bangsa
Solidaritas Perempuan
TAPOL
United Nations Food and Agriculture Organization - FAO PBB
United Nations World Health Organization - WHO PBB
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia - Walhi
Yayasan Bina Putra Bangsa, Bandung
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia - YLKI
Yayasan Tanah Merdeka

- link lain -
Environmental NGO-s
Indonesian Network for Plant Conservation
Wetlands International - Indonesia Programme
BirdLife International - Indonesia Programme
Orangutan Foundation International
Orangutan Page
Sumatran Rhinoceros
Javan Rhinoceros
Sumatran Tiger
Conservation Strategy
Frank Yuwono’s Herpetology of Indonesia
KSBK Study of Indonesian Animal Markets
Toloka Foundation
Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (Bogor)
Eruption of Merapi Volcano
Solar Energy in Indonesia
Watch Indonesia!
ASIET - Action in Solidarity with Indonesia and East Timor
CAFIET - Canadian Action for Indonesia and East Timor
PAKTA’s Warta AIDS (English index)
US State-Dept.
Indonesia Human Rights Reports : 1993, 1994, 1996, 1997, 1998  
Gerbang Nusa Indonesian NGO’s Gateway
Indonesian NGO page
OzIndo Project (Indon. NGO contacts)
(NGO) Indonesia Canada Alliance
Sustainable Development Networking Program Links (in Indonesian)

Partai Politik :

48 Political Parties Icons  
Partai·com
Partai Amanat Nasional - (PAN)
Partai Demokrasi Indonesia - Perjuangan (PDI-P) (link lain, link lain)
Partai Golongan Karya - Golkar (link lain)
Partai Keadilan (PK) (link lain)
Partai Kebangkitan Bangsa - (PKB)
Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Partai Rakyat Demokratik (PRD)

Daerah / Pemerintah Daerah :

Aceh, Pemda DI Aceh
Bali
Irian Jaya, Pemda Irian Jaya
Jakarta, Pemda DKI Jakarta, Bazis DKI, Kanwil DepKes Propinsi DKI Jakarta
Jawa Barat, Pemda Jabar, Jawa Barat, Jawa Barat, Bandung, Cirebon
Jawa Tengah, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Semarang, Solo, Solo
Jawa Timur, Pemda Jawa Timur, Malang & Batu, Madura
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur, Pemda Kalimantan Timur
Lampung, Pemda Lampung
Maluku, Maluku Tenggara
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur, Flores Timur
Riau
Sulawesi Selatan, Pemda Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah, Pemda Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara, Pemda Sulawesi Utara
Sumatera Barat
Yogyakarta, Pemda Yogyakarta, Yogyakarta, Kantor Statistik DIY

Institusi Akademik :

Perguruan Tinggi :

Universitas Ahmad Dahlan (UAD, Yogyakarta)
Universitas Airlangga (UnAir, Surabaya)
Universitas Andalas (UnAnd, Padang)
Universitas Bengkulu (UniB, Bengkulu)
Universitas Bina Nusantara (BiNus, Jakarta)
Universitas Bhayangkara (UBhara, Surabaya)
Universitas Brawijaya (UniBraw, Malang)
Universitas Bung Hatta (UBH, Padang)
Universitas Cendrawasih (UnCen, Jayapura)
Universitas Cendrawasih (UnCen, Manokwari)
Universitas Dharma Agung (UDA, Medan)
Universitas Diponegoro (UnDip, Semarang)
Universitas Gajahmada ( UGM / GaMa, Yogyakarta)
Universitas Gunadarma (Jakarta)
Universitas Haluoleo (UnHalu, Kendari)
Universitas Hasanudin (UnHas, Ujung Pandang)
Universitas Indonesia (UI, Jakarta)
Universitas Indonusa Esa Unggul (Jakarta)
Universitas Iskandar Muda (UnIDa, Banda Aceh)
Universitas Islam Bandung (UnIsBa, Bandung)
Universitas Islam Indonesia (UII, Yogyakarta)
Universitas Islam Riau (UIR, Pekanbaru)
Universitas Islam Sultan Agung (UnISulA, Semarang)
Universitas Islam Sumatera Utara (UISU, Medan)
Universitas Jambi (UnJa, Jambi)
Universitas Jayabaya (Jakarta)
Universitas Jember (UneJ, Jember)
Universitas Jenderal Soedirman (UnSoed, Purwokerto)
Universitas Katolik Atma Jaya (Jakarta)
Universitas Katolik Atma Jaya (UAJY, Yogyakarta)
Universitas Katolik Parahyangan (UnPar, Bandung)
Universitas Katolik Soegijapranata (Semarang)
Universitas Katolik Widya Mandala (WiMa, Surabaya)
Universitas Kristen Artha Wacana (Kupang)
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW, Yogyakarta)
Universitas Kristen Indonesia (UKI, Jakarta)
Universitas Kristen Krida Wacana (UKrida, Jakarta)
Universitas Kristen Petra (Surabaya)
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW, Salatiga)
Universitas Lampung (UniLa, Bandar Lampung)
Universitas Lancang Kuning (UniLaK, Pekanbaru)
Universitas Muhammadiyah Aceh (UnMuhA, Banda Aceh)
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM, Malang)
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU, Medan)
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS, Solo)
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (Padangsidempuan)
Universitas Mataram (UnRam, Mataram, Lombok)
Universitas Mercu Buana (Jakarta)
Universitas Merdeka (UnMer, Malang)
Universitas Mpu Tantular (UMT, Jakarta)
Universitas Negeri Malang (sebelumnya IKIP Malang)
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY, sebelumnya IKIP Yogyakarta) ·
Universitas Nusa Cendana (UNDana, Kupang)
Universitas Padjadjaran (UnPad, Bandung)
Universitas Pasundan (UnPas, Bandung)
Universitas Pelita Harapan (UPH, Jakarta)
Universitas Persada Indonesia Yayasan Adm. Indonesia (UPI, Jakarta) ·
Universitas Riau (UNRI, Pekanbaru)
Universitas Sam Ratulangi (UnSRat, Menado)
Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta)
Universitas Slamet Riyadi (UniSRi, Solo)
Universitas Sriwijaya (UnSri, Palembang)
Universitas Sumatera Utara (USU, Medan)
Universitas Surabaya (UBaya, Surabaya)
Universitas Syiah Kuala (UnSyiah, Banda Aceh)
Universitas Tadulako (UnTad, Palu, Sulawesi)
Universitas Tanjungpura (UnTan, Pontianak)
Universitas Tarumanagara (UnTar, Jakarta)
Universitas Terbuka (UT, Tangerang)
Universitas Trisakti (USakti, Jakarta)
Universitas 17 Agustus 1945 (UnTag, Surabaya)

Institut :

IAIN Ar-Raniry (Banda Aceh)
IAIN Sunan Ampel (Surabaya)
Institut Pertanian Bogor (IPB, Bogor)
Institut Sains & Teknologi T.D. Pardede (ISTP, Medan)
Institut Seni Indonesia (Yogyarta)
Institut Teknologi Bandung (ITB, Bandung)
Institut Teknologi Nasional (ITeNas, Bandung)
Institut Teknologi 10 Nopember (ITS, Surabaya)

Sekolah Tinggi :

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Harapan (STBAH, Medan)
Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu (STIK, Banda Aceh)
Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI, Bandung)
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas, Yogyakarta)
Sekolah Tinggi Teknik Pramita (STT Pramita, Tangerang)
Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS, Surabaya)
Sekolah Tinggi Teknik Telkom (STTT, Bandung)
Sekolah Tinggi Theologia Huria Kristen Batak Protestan (STT HKBP, PSiantar)
Sekolah Tinggi Teknologi Media Abyan Lintas Buana Malang (STIKMA)
STIE IBEK (Jakarta)
STIE IPWI (Jakarta)
STIE Malangkucecwara (Malang)
STIE Nusa Bangsa (Medan)
STIE Pramita (Tangerang)
STIE Sabang (Banda Aceh)
STIE TRICOM (Medan)
STM PPM (Jakarta)
STM Prasetiya Mulya (Jakarta)
STMIK Budi Luhur (Jakarta)
STMIK Darmabakti (Jakarta)
STMIK Dian Nuswantoro (Semarang)
STMIK Indo Global Mandiri (Palembang)
STMIK Widya Cipta Dharma (Samarinda)
STI&K Jakarta
STIKOM Surabaya
Yayasan Perguruan Tinggi Komputer - YPTK (Padang)

Akademi :

Akademi Angkatan Laut (Surabaya)
Akademi Kepolisian (Semarang)
Akademi Manajemen Banda Aceh (Banda Aceh)
Akademi Manajemen Kesatuan (Bogor)
Akademi Manajemen Informatika & Komputer Denpasar (Denpasar)
Akademi Manajemen Informatika & Komputer Kesatria (Medan)
Akademi Manajemen Perusahaan YKPN (Yogyakarta)
Akademi Maritim Indonesia (Medan)
Akademi Pariwisata Trisakti (Jakarta)
Akademi Sekretari & Manajemen Tunas Harapan (Bogor)
Akademi Sekretari & Manajemen Indonesia (Surabaya)

- link lain -
Robert Sihotang’s kELink Education Links page
UKDW links to other Indonesian academic institutions
List of Muhammadiah academies
List of academic institutions in Samarinda
List of academic institutions in Yogyakarta

Sekolah Menengah :

Bandung : SMU Negeri 5
Blora : SMA Negeri 1
Bogor : SMU Madania, SMU Regina Pacis
Jakarta :
Pondok Pesantren Karya Pembangunan (SMA)
Sekolah Kristen Karunia (SMP & SMU)
Sekolah Kristen Tirta Marta (SLTP & SMU)
Sekolah Pelita Harapan
Sekolah Ricci (SMP & SMA Katolik)
SMA Fons Vitae I (new site, newer site, newest site)
SMA Islam Al Azhar (mailing list)
SMA Kanisius
SMA Kristen 1
SMA Kristen 2
SMP Kristen 2
SMA Kristen 3
SMP Kristen 5
SMA Negeri 1
SMA Negeri 2 Ambon
SMA Negeri 8
SMU Negeri 28
SMU Negeri 39
SMU Negeri 54
SMP/SLTP Negeri 68
SMU Negeri 78
SMA Pangudi Luhur
SMA St. Ursula
SMP Tarakanita I
Lawang : SMA Negeri
Magelang : SMU Negeri 1 (Gladiool)
Malang : SMU Katolik Santo Albertus, SMA Negeri 7, SMA Negeri 8
Manado : SMU Negeri 1 Binaan Khusus
Medan : SMA/SMP Budi Murni, SLTP/SMU Sutomo 1
Pati : SMU Negeri 1
Pejaten: SMA Islam Al Azhar 2
Prabumulih (SumSel) : SMA Negeri 1
Purwokerto : SMA Negeri 1, SMA Negeri 2
Semarang : Kolese Loyola, SMU Negeri 3
Sragen : SMU 1
Surabaya :
Sekolah Ciputra (SLTP & SMU),
SMA Katolik St. Louis I
SMA Negeri 5
SMU Negeri 14
Tangerang : SMA Negeri 2
Wonosari : SMA 1
Yogyakarta : SMU Negeri 1 Teladan, SMA Negeri 3 Padmanaba

Sekolah Indonesia di LN :

Sekolah KBRI di Nederland (Wassenaar, NL)
Sekolah Indonesia Islamabad Pakistan (SIIP)
Sekolah Indonesia Moscow (SIM)
Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (1999 elections photos)

- link lain -
Singapore, Sydney

Sekolah Internasional :

Bandung Alliance International School
Bandung International School
Bogor Expatriate School
Sekolah Bogor Raya
Bontang International School (East Kalimantan)
British International School Jakarta
Central Java Inter-Mission School (Salatiga)
Jakarta International School
Jakarta Japanese School
Medan International School
North Jakarta International School
Surabaya International School
International School of Tembagapura (Irian Jaya)
Yogyakarta International School
International School Services’ Directory of Oversea Schools in Indonesia 

Sekolah Kejuruan :

STM Negeri :
Purwokerto
Pondok Pesantren Karya Pembangunan (STM) Jakarta
STM Negeri Pembangunan : Bandung, Semarang
STM Telekomunikasi Sandhy Putra :

Sekolah Ciputra (SD) (Surabaya)
SD Islam Al Azhar Kemang (Jakarta)
TK Kesatuan (Bogor)

Umum :

Sekolah Agama Islam :
Madrasah Al-Anwar (Jakarta)
Pesantren Hidayatullah (Surabaya)

Museum & Galeri Seni :

Museum Nasional Jakarta
Museum Taman Mini, Jakarta
Agung Rai Museum of Art (Ubud, Bali)
Empu Tantular Museum (Surabaya)
Bagong Kussudiardjo Art Center (Kembaran, Yogyakarta)
Javanese Mask Collection at the Field Museum, Chicago
American Museum of Asmat Art, St Paul (MN)
AsiaGateway’s Indonesia Museums
Museum Zoologicum Bogoriense

Broadcast :

Televisi :

Andalas Televisi (ANTEVE)
Indosiar
Indovision
L.A. Consulate General’s AUDIO-replay TVRI Newsbroadcasts
Lyngemark Satellite Chart
Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) (link lain)
Satellite Addresses Indonesia
Satellite Television Asian Region - STAR TV
Suara Merdeka’s AUDIO-replay of AnTeVe, SCTV, TVRI Newsbroadcasts
Surya Cipta Televisi (SCTV)
Sydney SBS’s TVRI page · 
Televisi Pendidikan Indonesia (TPI)

AM Radio :

RRI (Malang, Semarang, Surabaya)

FM Radio : 

Ardan 105,8 FM (Bandung)
ARH 88.65 FM (Jakarta)
BAHANA 101.95 Metropolitan (Jakarta)
Cakra-Awigra FM (SCFM) 104.75 (Surabaya; link lain)
Cassanova 105 FM Bali (Den Pasar)
Citra Dayang Suri (CDS) 105.1 FM (Dumai)
Delta FM 99,5 (Jakarta)
Elshinta FM 90.05 (Jakarta)
FeMale 100.2 FM (Jakarta)
Geronimo 105.8 FM (Yogyakarta)
GIGA FM 99,85 (Sidoarjo)
Hard Rock FM 87.6 (Jakarta)
K-Lite 107.2 FM (Bandung)
Kalimaya Bhaskara FM 100.20 (Malang)
KISI 91,8 FM (Bogor)
KONTIKI FM 101.6 (Banda Aceh)
Klasik FM 89,65 (Jakarta)
LESMANA 99.15 FM (Bogor)
M97 FM The Classic Rock Station (Jakarta)
Makobu/RRI PRO 2 FM 102 (Malang; foto)
Mercurius Top FM 104.4 (Makassar)
MUSTANG rythm of the city 100,5 FM (Jakarta)
NIKOYA 106.15 FM News (Banda Aceh)
Oz FM103 (Bandung)
PASS FM 106,85 (Jakarta)
Persatuan 93.9 FM (Yogyakarta)
Pesona FM 103,7 (Jakarta)
Prambors Rasisonia 102.3 FM (Jakarta; link lain, link lain)
Pro2FM 105,1 (Jakarta)
Radio Nederland Siaran Indonesia
Ramako Magic Music 106,15 (Jakarta)
RCT FM 100.9 (Semarang)
Salvatore FM 97,75 (Surabaya)
SAS FM 103.35 (Solo)
Smart FM 100.9 (Manado)
Sonora FM 100,9 (Jakarta)
SPFM 103.7 Citra Wanita (Makassar)
Suara Surabaya FM 100.55 (Surabaya; link lain)
Swara Gajah Mada FM 98.45 (Yogyakarta)
TIRILOLOK FM 100,9 (Kupang)
TRIJAYA FM Real Radio 104.75 (Jakarta)

Berita :

Amanah
Angkasa (aeronautic bi-monthly)
Antara, kantor berita
Bali Post (daily)
Banjarmasin Post (daily)
Bernas Online (daily)
Bintang Indonesia (tabloid mingguan)
Bisnis Indonesia (weekly)
Bola (daily, sports news)
Detik.com, portal berita
Forum Keadilan (weekly)
Gatra (weekly)
Hidayatullah
IndoMedia
Indonesia Times On-line
Indonesian Observer (daily)
Indonesien Report (in German)
InfoKomputer (monthly, computers)
Inside Indonesia (quarterly)
Intisari (majalah bulanan)
Jakarta Post (daily)
Jawa Pos (daily, link lain )
Kedaulatan Rakyat (daily)
Kompas edisi cetak (daily, link lain)
Kompas online (daily)
Kontan (business weekly)
Manado Post (daily)
Mandiri (daily)
Manuntung Online (daily)
Media Indonesia (daily)
Panji Masyarakat (daily)
Perspektif
Pikiran Rakyat (daily)
Popular (majalah bulanan)
Pos Kota (daily tabloid)
Pos Kupang (daily)
Republika (daily)
Riau Pos (daily, Pekanbaru)
Serambi Indonesia (daily, Aceh)
Singgalang Online
Sriwijaya Pos (daily)
Suara Independen (monthly)
Suara KalTim (daily, Samarinda, link lain)
Suara Merdeka (daily, Semarang)
Suara Pembaruan (daily)
Surabaya Post (daily)
SWA SwaSembada
Tempo (majalah bulanan)
Tiara (majalah bulanan, link lain)
TIRAS Online
Ummat
Warta Ekonomi
Warta Konsumen
Waspada (daily, Medan)
Yellowpages

APII
Bisnis Indonesia
Eco. & Bus. Review Ind.
Forum
Indonesia Times
InfoBisnis
Manado Post
Media Transparansi
Our Daily Bread
Suara Kaltim
Swa Sembada
Indovision

Underground News :

Xpos - Komunitas Informasi Terbuka
Indonesia Baru
IFM - Indonesië Feiten en Meningen (Colofon)  
Apakabar (link lain / Reg.Indonesia)
KdPnet / Kabar dari PIJAR
SiaR News Service
Indonesia Daily News (Stuttgart)
KITLV Indonesia Daily Reports (Leiden)  

Komputer :

AMD Prosesor
CHIP
Game 21
Info Komputer
Mega Games
Mikrodata
http://www.absolutepc.net/ : Review hardware PC
http://www.reviewnews.com/ : Review hardware & software komputer
http://www.softwareblast.com/ : Download gratis freeware, demo software, dll

Ekonomi :

Bisnis Indonesia
Eksekutif
Info Bank
Info Bisnis

Kontan
Oanda
: Berita kurs valuta terkini
Properti
Warta Ekonomi

Kesehatan :

MKI Online
Satumed

Olah Raga :

Bola
Liga Italia

Rumah Tangga :

100 Indonesian recipes by Heinz von Holzen
Budi Rahardjo’s Indonesian Food

IndoMerchant ("Indonesian Food Anytime Anywhere")
Indonesia Kitchen
Jakarta Indonesian Cuisine
Linda’s Recipes 
Negeri Isnet
Parokinet
Rufinus
Saranan’s Hidangné
Seléra for busy people

Travel :

Bali Network
Garuda Indonesian Airways City Check-Ins
Indonesia’s Travel Guide
Intercity dialing Codes
Java Atlas
Joglosemar-Yogyakarta and Central Java
Links about Bali
Pos Indonesia
Private Vacation Villas in Bali
Railway Time Table
Telkom Indonesia
The Travel Directory Website
Transportation in Jawa
Travelling in Indonesia
Travel in Indonesia
Travel in Indonesia
Travel Info for Indonesia
Wasantara Travel & Recreation

Karir / Lowongan Pekerjaan :

http://www.jobsdb.com/
www.karir.com

Portal :

Astaga!
Satunet
plasa

Search Engine :

AltaVista
Looksmart
Yahoo
Google Search Engine

E-Commerce :

Amazon

Penerbitan :

Elexmedia Komputindo
http://www.varsitybooks.com/
www.vogel-media.com

Hobby :

http://www.ehobbies.com/ : Situs untuk penggemar item-item tertentu
http://www.etoys.com/ : Situs untuk berbelanja mainan online

Cerita Lucu :

Cerita-Cerita Seru
Ketawa-ketiwi

 

**  Maaf belum semua link pernah dicoba, link yang ada hanya berdasarkan referensi website lain yang sudah ada, maaf jika link-link tersebut nggak nyambung "


 

March 28, 2008

Teknik Pembuatan Beton

Filed under: Teknik Sipil

    Beton adalah material utama yang digunakan dalam pembuatan bangunan. Beton terdiri dari pasta, agregat dan admixture. Dalam membuat suatu beton dengan mutu tertentu perlu ditentukan jumlah pasta dan agregat yang sesuai. Pasta adalah campuran semen dan air yang digunakan untuk merekatkan agregat-agregat dalam beton. Jumlah pasta pada pembuatan beton sekitar 30-40% dari volume dan berat total beton. Sedangkan jumlah agregat sebesar 60-70%.

Dalam suatu proses pembuatan beton, yang perlu diperhatikan ada kekuatan, keekonomisan, dan durabilitas bahan dari beton tersebut. Durabilitas adalah daya tahan suatu bahan terhadap beban yang akan diterimanya. Pembuatan beton melalui proses perhitungan kadar air,jumlah semen dan jumlah agregat yang diperlukan. Setelah proses perhitungan, akan dilakukan proses pembuatan beton dengan bahan-bahan yang telah dihitung. Setelah beton terbentuk, dilakukanlah proses perawatan selama 28 hari. Pada hari ke 28, kualitas beton hanya memenuhi 70% dari kondisi normalnya. Pada proses perawatan beton diusahakan agar temperatur ruang perawatan jangan terlalu dingin, juga beton diusahakan jangan terlalu
kering karena akan menyebabkan getas.

1. semen dan air

Semen merupakan bubuk kering yang berupa partikel-pertikel halus. Dalam pembuatan beton, semen akan dicampur air untuk membentuk pasta. Semen memiliki beberapa tipe yaitu tipe I, II, III, IV dan V. Tipe-tipe semen tersebut diurutkan berdasarkan kekuatan awalnya dalam merekatkan suatu bangunan yang dibentuk. Semen yang digunakan dalam pembutan beton adalah semen hidrolik. Semen hidrolik adalah jenis semen yang bereaksi dengan air dan membentuk suatu batuan massa. Semen hidrolik juga terdiri dari beberapa jenis, seperti semen semen portland, semen portland abu terbang, semen portland putih, dll. Semen portland terbuat dari campuran kalsium, silika, alumunium dan oksida besi. Pada penggunaannya di lapangan, bahan-bahan semen portland dibuat atau ditambahkan dari zat kimia lain. Contohnya, semen portland abu terbang yang merupakan hasil poemanfaatan kembali dari produksi pembakaran gas.

Air juga sangat dibutuhkan dalam pembuatan beton, karena air dapat mempercepat proses kimiawi pada beton.Sehingga dapat memudahakn pengerjaan. Pada reaksi kimia beton, hanya 1/3 bagian air yang diperlukan untuk reaksi. Air bermanfaat dalam mencegah penyusutan plastis. Tapi dapat merendahkan permeabilitas dan kekuatan beton.

Dalam pembuatan beton, semen akan dicampur air untuk membentuk pasta. Fungsi dari pasta ini adalah untuk merekatkan agregat sehingga tidak mudah goyah. Selain itu, semen juga berfungsi dalam mengeraskan dan membentuk beton agar padat. Proporsi dari kedua campuran semen dan air menentukan sifat-sifat dari beton yang dibentuk.

2. agregat

Agregat merupakan pengisi beton yang digunakan untuk membuat volume stabil. Selain itu, sifat mekanik dan fisik dari agregat sangat berpengaruh tehadap sifat-sifat beton yang dihasilkan, seperti kuat tekan, kekuatan, durabilitas, berat, dll. Kegunaan agregat pada beton adalah:
    •     Menghasilkan beton yang murah
    •     Menimbulkan volume beton yang stabil
    •     Mencegah abrasi jika beton digunakan pada bangunan laut

Agregat alami dapat diperoleh dari proses pelapukan dan abrasi serta pemecahan pada batuan induk yang lebih besar. Agregat yang baik untuk digunakan adalah agregat yang menyerupai bentuk kubus atau bundar, bersih, keras, kuat, bergradasi baik dan stabil secara kimiawi.

3. admixture dan additif

Admixture atau zat tambahan lainnya adalah bahan yang tidak harus dipakai dalam pembuatan beton,karena dipakai hanya jika ingin mendapatkan suatu jenis beton yang membutuhkan bahan,selain semen dan agregat. Contoh-contoh zat admixture :

    •     super-plasticizer : digunakan untuk mengurangi jumlah campuran air
    •     pembentuk gelembung udara : meninggikan sifat kedap air
    •     retarder : memperlambat pengerasan, memperpanjang waktu pengerjaan
    •     bahan warna : memberi bahan warna

 

Sistem dan Teknologi Konstruksi

Filed under: Teknik Sipil
PENDAHULUAN

Tulisan berikut merupakan rangkuman yang penulis kumpulkan dari beberapa buku dalam rangka memahami dan menemukan hubungan interaksi antara Sistem dengan Teknologi serta keterkaitan Pelaku, Keahlian dan Kelembagaan yang mewadahinya. Substansi tulisan merupakan pemahaman awal penulis saat bekerja pada Deputi Konstruksi, Kantor Menteri Negara Pekerjaan Umum dahulu dan dirasakan masih sangat relevan dengan tugas-tugas di Badan Pembinaan Konstruksi dan Investasi dimana penulis bekerja sekarang mengingat tugas-tugas Deputi Konstruksi tersebut diwariskan pada badan ini.

PENGERTIAN SISTEM

Dari segi Etimologi, kata sistem sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani yaitu “Systema”, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan “SYSTEM”, yang mempunyai satu pengertian yaitu sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan yang tidak terpisahkan.

Menurut filsuf Stoa, bahwa sistem adalah gabungan dari keseluruhan langit dan bumi yang bekerja bersama-sama, sehingga dapat kita lihat bahwa sistem terdiri dari unsur-unsur yang bekerja sama membentuk suatu keseluruhan dan apabila salah satu unsur tersebut hilang atau tidak berfungsi, maka gabungan keseluruhan tersebut tidak dapat lagi kita sebut suatu sistem. Berikut ini adalah definisi kata Sistem menurut beberapa para ahli.

Buckley

Sistem adalah suatu kebulatan atau totalitas yang berfungsi secara utuh, disebabkan adanya saling ketergantungan diantara bagian-bagiannya. (A whole that functions as a whole by virtue of interdependence of its parts).

H. Kerzner

Sistem adalah sekelompok komponen yang terdiri dari manusia dan/atau bukan manusia (non-human) yang diorganisir dan diatur sedemikian rupa sehingga komponen-komponen tersebut dapat bertindak sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan, sasaran bersama atau hasil akhir. Pengertian ini, mengandung arti pentingnya aspek pengaturan dan pengorganisasian komponen dari suatu sistem untuk mencapai sasaran bersama, karena bila tidak ada sinkronisasi dan koordinasi yang tepat, maka kegiatan masing-masing komponen, sub-sistem, atau bidang dalam suatu organisasi akan kurang saling mendukung.

B.S. Blanchard (1990)

Engineering System adalah aplikasi yang efektif dari usaha-usaha ilmu pengetahuan dan engineering dalam rangka mewujudkan kebutuhan operasional menjadi suatu sistem konfigurasi tertentu, melalui proses yang saling terkait berupa definisi keperluan analisis fungsional, sintesis, optimasi, desain, tes, dan evaluasi.

Selanjutnya pengertian sistem ini pada kenyataannya juga dipakai untuk menunjukan banyak hal seperti:

Sistem yang digunakan untuk menunjukan suatu kumpulan dan himpunan benda-benda yang disatukan atau dipadukan oleh suatu bentuk saling hubung atau saling ketergantungan yang teratur; sesuatu himpunan bagian-bagian yang tergabungkan secara alamiah maupun oleh budi daya manusia sehingga menjadi suatu kesatuan yang bulat dan terpadu; suatu keseluruhan yang terorganisasikan atau sesuatu yang organik; atau juga yang berfungsi bekerja atau bergerak secara serentak bersama-sama bahkan sering bergeraknya itu mengikuti suatu kontrol tertentu. Contoh: Sistem tata surya, ekosistem.

Sistem yang digunakan untuk menyebut alat-alat atau organ tubuh secara keseluruhan yang secara khusus memberikan andil atau sumbangan terhadap berfungsinya fungsi tubuh tertentu yang rumit tetapi amat vital. Contoh: Sistem syaraf.

Sistem yang menunjukan sehimpunan gagasan (ide) yang tersusun terorganisasikan, suatu himpunan gagasan, prinsip, doktrin, hukum dan sebagainya yang membentuk suatu kesatuan yang logik dan dikenal sebagai isi buah fikiran filsafat tertentu, agama atau bentuk pemerintahan tertentu. Contoh: Sistem teologi, sistem pemerintahan demokrasi, sistem masyarakat islam.

Sistem yang digunakan untuk menunjukan suatu hipotesa atau teori. Contoh: Pendidikan sistematik.

Sistem yang digunakan dalam arti metode atau tata cara. Contoh: Sistem mengetik 10 jari; sistem belajar jarak jauh.

Sistem yang digunakan untuk menunjukan pengertian skema atau metode pengaturan organisasi atau susunan sesuatu atau mode tata cara. Dapat juga dalam arti suatu bentuk atau pola pengaturan pelaksanaan atau pemrosesan; dan juga dalam pengertian metode pengelompokan, pengkodifikasian dan sebagainya. Contoh: Sistem pengelompokan bahan pustaka menurut Dewey.

Dari uraian di atas pemakaian sistem dapat digolongkan secara garis besar pada dua golongan pemakaian yaitu:

Menunjukan pada suatu bentuk fisik, sesuatu wujud benda, abstrak maupun konkrit termasuk juga konsepsi yang dikenal dengan deskriptif

Menunjukan suatu metode atau tata-cara yang dikenal dengan preskriptif

Sistem paling sering digunakan untuk menunjukan pengertian metode atau cara dan sesuatu himpunan unsur atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain menjadi satu kesatuan.

Deskriptif Preskriptif

Ini sebuah mobil. Ini seb. mobil yg bisa memberi layanan transportasi ekonomis.

Ini program investasi. Ini program investasi yang akan meningkatkan deviden

Ini perlengkapan keamanan. Ini perlengkapan keamanan yang akan mencegah kecelakaan

Contoh tersebut di atas menunjukan pada suatu wujud barang atau benda dalam pengertian deskriptif yang berlainan dengan benda yang dipergunakan dalam pengertian preskriptif yaitu sebagai suatu metode atau alat untuk mencapai sesuatu.

Konsep pengertian sistem sebagai suatu metode ini dikenal dalam pengertian umum sebagai pendekatan sistem yang merupakan penerapan metode ilmiah dalam memecahkan suatu masalah. Ada banyak penyebab atas terjadinya sesuatu masalah. Jadi pendekatan sistem menyadari adanya kerumitan di dalam kebanyakan permasalahan. Misalnya dalam kasus suatu kecelakaan mobil kita tidak bisa menganggap terjadinya kecelakaan akibat mobil dijalankan ngebut. Apabila dikaji lebih cermat banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kecelakaan mobil. Secara singkat dapat dikatakan bahwa banyak manfaat yang kita peroleh dengan mengambil kesimpulan atau keputusan secara sistematik ini.

DEFINISI SISTEM

Adalah sehimpunan unsur yang melakukan sesuatu kegiatan atau menyusun skema atau tata cara melakukan sesuatu kegiatan pemrosesan untuk mencapai sesuatu atau beberapa tujuan dan hal ini dilakukan dengan cara mengolah data dan atau energi dan atau barang (benda) di dalam jangka waktu tertentu guna menghasilkan informasi dan atau energi dan atau barang (benda). Contoh:

Sistem Pabrik. Sekelompok orang, mesin, dan fasilitas (sehimpunan unsur) melakukan kegiatan atau bekerja untuk menghasilkan jumlah dan jenis produk tertentu dengan mendayagunakan atau mengolah atau memberlakukan persayaratan produk, jadwal, bahan mentah, dan daya listrik yang diubah menjadi daya mekanik guna menghasilkan karya, produk dan informasi yang telah direncanakan atau ditetapkan pada saat para langganan memerlukannya.

Sistem Informasi Manajemen. Sekumpulan orang, seperangkat pedoman dan alat perlengkapan pengolah data memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data (mengolah data dan bahan) untuk mengurangi ketidakpastian di dalam pembuatan keputusan dengan menghasilkan atau memberikan informasi bagi/kepada pimpinan pada saat pimpinan tersebut bisa mempergunakannya seefisien-efisiennya.

Sistem Organisasi Usaha. Sekumpulan orang mencari dan mengolah sumber-sumber material dan informasi untuk mencapai berbagai macam tujuan bersama termasuk keuntungan ekonomi bagi perusahaan dengan menyelenggarakan pembelanjaan atau penganggaran, perancangan, memproduksi dan pemasaran guna menghasilkan produk akhir dan berhasil memasarkannya sebanyak jumlah minimum tertentu per tahunnya.

Jika diperhatikan ketiga contoh di atas, maka nampak ada unsur difinisi yang selalu ada yaitu:

Sehimpunan Unsur

Tujuan Sistem

Wujud Hasil Kegiatan atau Proses Sistem dalam Kurun Waktu

Pengolahan data dan atau Energi dan atau Bahan.

Dari uraian di atas unsur-unsur definisi dapat disusun dalam bentuk pertanyaan–pertanyaan sehingga mempermudah pemahamannya sebagai berikut:

Apakah sajakah unsur-unsur sistem itu?

Apakah tujuan sistem itu?

Apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan itu?

Apa sajakah yang diproses oleh sistem itu?

Apa yang dihasilkan proses itu?

Apa ukuran keberhasilan proses tersebut?

Penggunaan kata Sistem dalam Pendekatan-Sistem (systems approach) sudah digunakan sejak lama di negara-negara Barat untuk menyelesaikan permasalahan dengan lebih objektif dan mendetail.

SISTEM KONSTRUKSI

Bagaimana dengan pengertian Sistem yang dikaitkan dengan Konstruksi, yang sering ditulis dengan Sistem Konstruksi. Sebenarnya kata konstruksi menurut Bahasa Indonesia lebih dekat dengan kata dari Bahasa Belanda “Konstruktie”, karena kata Konstruksi yang dimaksudkan disini adalah wujud sesuatu bangunan. Sehingga kata Konstruksi haruslah berupa kata benda. Jadi Konstruksi disini bukanlah terjemahan langsung dari Bahasa Inggris yaitu dari kata “Construction”, yang berarti pembangunan. Sehingga “Construction System” menurut Bahasa Inggris lebih tepat diterjemahkan menjadi Sistem Pembangunan yang dekat dengan pengertian “Construction Management”. Jadi yang dimaksud dengan Sistem Konstruksi disini adalah sistem bangunan atau jenis-jenis bangunan atau dalam Bahasa Inggris sebenarnya lebih tepat disebut dengan “Structural System”.

Dengan menggunakan konsep di atas maka Sistem Konstruksi dapat diartikan sebagai sekelompok orang, seperangkat pedoman dan peraturan, fasilitas, alat perlengkapan pengolah data melakukan kegiatan atau bekerja untuk menghasilkan jumlah dan jenis konstruksi tertentu dengan mendayagunakan atau memberlakukan persyaratan teknis, sumber daya alam, sumber daya manusia guna menghasilkan hasil karya dan informasi yang telah direncanakan atau ditetapkan pada saat diperlukan. Selanjutnya, Sistem Konstruksi dalam hal ini juga mengandung artikan sebagai gabungan dan kerjasama dari semua unsur Konstruksi, sehingga membentuk satu kesatuan yang kompak dan terpadu menjadi suatu bangunan untuk suatu manfaat tertentu.

Dalam hal Konstruksi Bangunan Sipil, khususnya Konstruksi Jembatan, maka yang dimaksud dengan Sistem Konstruksi adalah suatu konstruksi yang disusun oleh atau terdiri dari sub-sistem yaitu: Bangunan Atas Jembatan, Bangunan Bawah Jembatan, dan dilengkapi dengan Bangunan Pelengkap Jembatan. Selanjutnya, kalau bahasan analisa kita turunkan satu level dibawahnya yaitu dengan merinci unsur sub-sistem Bangunan Atas Jembatan maka dapatlah kita uraikan lebih jauh bahwa Bangunan Atas tersebut tersusun dari Gelagar Utama, Diafragma, Lantai-Jembatan, Trotoar, Railing-Post, dan Hand-Railing. Memper-hatikan uraian di atas dapatlah kita simpulkan bahwa setiap suatu sistem bisa kita uraikan dalam bentuk sub-sistem pada level dibawahnya. Dan secara umum suatu sistem dapat kita jabarkan dalam bentuk suatu hirarki dengan berbagai levelnya.

Marilah kita tinjau sistem dari sebuah Pohon, dimana setiap Pohon akan terdiri dari sub-sistem dibawahnya yaitu: Batang, Cabang, Ranting, Daun dan Buah serta Akar. Unsur-unsur pohon tersebut, saling bekerjasama, untuk memperoleh suatu manfaat tertentu, antara lain untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan reproduksi. Apabila salah satu atau lebih dari unsur sub-sistem tersebut tidak bekerja atau hilang maka gabungan dari unsur-unsur yang tidak lengkap tersebut tidak dapat kita katakan sebagai sebuah sistem.

Pada suatu sistem yang lebih kompleks misalnya Manusia, dapatlah kita lihat suatu hirarki sebagai berikut: Manusia secara utuh dan lengkap dapat kita sebut sebagai level-1. Selanjutnya sub-sistem yang langsung berada dibawahnya yaitu pada level-2, dapat kita uraikan menjadi Kepala, Tubuh dan Anggota Badan. Selanjutnya apabila kita teliti lebih jauh pada level sub-sistem berikutnya yaitu pada level-3, maka Kepala dapat pula kita uraikan lebih jauh yaitu terdiri dari Mata, Telinga, Mulut, Hidung, dan Wajah. Dan seterusnya pada level-4 dapat diuraikan lagi lebih lanjut yaitu untuk Telinga dapat dirinci lebih jauh menjadi: Daun-Telinga, Lubang-Telinga, Saluran Eustachius dan Gendang-Telinga.

Kalau kita melihat sistem tersebut dengan keterkaitannya kepada dukungan dari unit lain, maka pada tatanan yang mempunyai level sistem yang sama yaitu Teknologi Konstruksi, Keahlian Konstruksi, Kelembagaan Usaha Konstruksi dan Jasa Konstruksi, maka akan kita temui suatu kumpulan sistem yang disebut “BIDANG KONSTRUKSI”. Lebih jauh kalau kita melihat pada tatanan yang lebih tinggi yang dikenal dengan sebutan “Supra-Sistemnya”, maka akan kita temui suatu sistem yang cakupannya lebih luas dan lebih menyeluruh, misalnya suatu ruas jalan tertentu dapat kita sebut sebagai Supra-Sistem dari jembatan yang terletak pada ruas tersebut, selanjutnya ruas jalan tersebut dapat pula kita namakan dengan sub-sistem dari suatu sistem jaringan jalan yang lebih luas.

Selanjutnya sistem jaringan jalan ini, dapat pula kita sebut sebagai sub-sistem dari moda-transportasi darat, dimana moda transportasi darat ini dapat pula kita nyatakan menjadi sub-sistem dari sistem transportasi nasional yang mencakup seluruh moda transportasi yang ada yaitu transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara.

SISTEM KONSTRUKSI JEMBATAN

Sebelum membahas apa yang dimaksud dengan Sistem Konstruksi Jembatan, akan dijelaskan terlebih dahulu definisi jembatan. Jembatan adalah suatu Konstruksi yang dibangun untuk melewatkan suatu massa atau traffic lewat atas suatu penghalang. Selanjutnya macam-macam penghalang, atau jenis penghalang, dapat terdiri dari: Sungai, Jalan Raya, Laut, Waduk, Jalan Kereta api, dan lain sebagainya. Apabila konstruksi tersebut kita bangun lewat bawah suatu penghalang, maka jenis konstruksi tersebut umumnya dapat kita sebut sebagai Terowongan, Under-pass atau Tunnel.

Dalam bahasan berikut ini kita akan membahas secara lebih mendetail mengenai Sistem Konstruksi Jembatan, pertama-tama harus kita bahas terlebih dahulu soal sebutan atau penamaan Jembatan, misalnya apakah yang dimaksud dengan Sistem Konstruksi Jembatan Rangka Baja. Pemberian nama jembatan biasanya mengikuti kesepakatan dari penggunaan jenis Konstruksi Utama yang digunakan dan jenis material jembatannya. Dalam hal ini, jenis Konstruksi Utamanya adalah terdiri dari konstruksi rangka dengan jenis material baja.

Selanjutnya yang dimaksud dengan Konstruksi Jembatan Gantung Baja, adalah suatu Konstruksi Jembatan yang mengandalkan Konstruksi Utamanya terdiri dari Kabel Penggantung yang umumnya terdiri dari jenis material baja. Sedangkan yang dimaksud dengan Jembatan Cable-Stayed ialah suatu konstruksi jembatan yang menggunakan kabel yang diregangkan lurus, atau dicancangkan dalam memikul beban utama konstruksi.

Sistem Bangunan Atas Jembatan yang telah diteliti dan dikembangkan selama bertahun-tahun, termasuk pengembangan tipe-tipe Konstruksi Bangunan Atas, jenis material, nilai ekonomis, panjang jembatan yang mungkin dicapai, telah menghasilkan suatu kesimpulan berupa suatu konsep yang dikenal dengan sebutan “Bentang Ekonomis Jembatan”. Selanjutnya, yang dimaksud dengan Bentang Ekonomis suatu jembatan ialah bentang yang paling ekonomis untuk suatu tipe konstruksi jembatan dengan jenis material tertentu, sebagaimana diuraikan seperti berikut ini:

Tipe Flat Slab, untuk bentang: 5m-15m

Tipe Gelagar, untuk bentang: 10m-25m

Tipe gelagar Prestressed I Section: 15m-40m

Tipe gelegar Box Prismatic Section: 30m-60m

Tipe Box Free Cantilever Sistem: 60m-200m

Tipe Pelengkung untuk bentang: 50m-250m

Tipe Rangka untuk bentang: 40m-400m

Tipe Cable-Stayed untuk bentang: 250m-1000m

Tipe Gantung untuk bentang: 100m-2000m

Tipe Hybrid (Gantung plus Cable-stayed): 1500m-3500m

BI-Stayed (pengembangan Cable-Stayed)

Dengan memperhatikan Konsep Bentang Ekonomis tersebut di atas kita dapat dengan mudah untuk memutuskan untuk suatu lebar sungai tertentu, berapa panjang bentang sebuah jembatan yang paling ekonomis, sehingga penghematan biaya pembangunan jembatan tersebut dapat kita peroleh paling tidak penghematan biaya untuk biaya Bangunan Atas sudah dapat langsung kita terapkan. Lebih jauh lagi dengan mempelajari Sistem Konstruksi Bangunan Bawahnya dapat pula kita pilih dan kemudian kita putuskan tipe bangunan yang paling ekonomis tentu saja dengan telah mempertimbangkan pula pilihan jenis pondasi yang paling sesuai dilihat dari segi ekonomisnya pula.

Kombinasi pemilihan tipe Bangunan Bawah Jembatan sebenarnya relatif lebih sulit dikarenakan tipe bangunan bawah terutama tipe atau jenis Pondasinya yang relatif bervariasi cukup banyak, karena penentuan tipe dan jenis pondasi tersebut akan sangat tergantung kepada jenis dan besarnya beban serta kombinasi beban yang bekerja, tentu saja pertimbangan lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu unsur tanahnya, dengan mempertimbangkan pula kekuatan daya dukung serta struktur geologinya, kedalaman tanah keras dan tentu saja juga tergantung pula kepada dalamnya sungai atau dalamnya laut apabila kebetulan konstruksi jembatan yang kita tinjau tersebut terletak di laut, sedemikian apabila kita ingin membuat sebuah standar dalam bentuk konsep yang serupa yaitu Tipe-Pondasi yang paling ekonomis, tentu akan cukup rumit mengingat banyaknya variasi yang harus kita pertimbangkan pula.

Berikut dibawah ini dapat dilihat uraian secara lengkap sistem konstruksi jembatan menurut hirarkinya sebagai berikut:

PENILAIAN TERHADAP SISTEM

Suatu sistem dapat kita katakan optimum apabila semua unsur-unsur yang mendukung sistem tersebut juga mencapai nilai optimum, di atas telah kita bahas beberapa unsur yang mendukung terwujudnya suatu sistem yang optimum yaitu:

Teknologi Konstruksi

Keakhlian Konstruksi

Kelembagaan Konstruksi

Jasa Konstruksi.

Selain keempat unsur utama tersebut di atas, maka ada beberapa unsur lainnya yang tidak kalah pentingnya untuk turut pula menjadi pertimbangan secara tersendiri disini, meskipun bahasan dari beberapa unsur tersebut dapat pula kita bahas secara implisit di dalam masing-masing unsur tersebut. Unsur-unsur penting lainnya tersebut adalah sebagai berikut:

Efektif-Efisien

Ekonomis

Financial-viable

Durability, kesesuaian dengan umur rencana

Azas-Manfaat, keberpihakan kepada Publik

Sistem Integrasi, terhadap sistem-sistem lain di lingkungannya

Dan lainnya (Lingkungan hidup, dlsb).

Keseluruhan unsur-unsur di atas haruslah menjadi pertimbangan untuk melakukan penilaian terhadap suatu sistem konstruksi, apakah sistem tersebut optimum atau tidak, yang menjadi masalah lebih lanjut adalah, pemberian bobot terhadap masing–masing unsur. Apakah akan kita beri bobot yang sama ataukah dengan bobot yang berbeda, menurut common–sense seharusnya bobot untuk masing-masing unsur tersebut harusnya tidak sama, tergantung kepada tingkat kepentingan dari masing-masing unsur yang ditinjau, jadi sangat tergantung kepada tingkat Intervention–Policy yang kita tetapkan. Pada kondisi normal dapat kita katakan bahwa pemberian bobot tersebut dapat diambil sama, jadi untuk menentukan besarnya bobot penilaian dari masing-masing unsur tersebut sebaiknya diambil berdasarkan konsensus kebijakan yang kita tetapkan bersama.

Pemberian besaran masing-masing bobot tersebut biasanya mengikuti kesepakatan yang biasa berlaku yaitu menggunakan 5 level yaitu Sangat Penting, Penting, Biasa, Kurang Penting, Tidak Penting, atau menggunakan Sistem 3 level, yaitu Penting, Biasa, Tidak Penting. Dalam bentuk rating biasanya nilai-nilai tersebut di atas biasanya dinyatakan dalam bentuk angka nominal yaitu untuk sistem 5 level, dalam bentuk 5,4,3,2,1, sedangkan untuk sistem 3 level, dalam bentuk 5,3,1. Selanjutnya untuk lebih mudah dan jelas sebaiknya kita lakukan simulasi penilaian ini langsung dalam bentuk nominal secara kuantitatif. Misalnya di bawah ini akan kita bandingkan konstruksi jembatan baja versus jembatan beton di ruas jalan Pantura antara Jakarta – Surabaya.

Dapat kita simpulkan disini bahwa ternyata jembatan beton lebih unggul kalau kita bandingkan dengan jembatan baja. Kalau kita uraikan lebih jauh atas dasar apa kita menetapkan nilai-nilai rating tersebut di atas, berikut ini dijelaskan secara rinci.

TEKNOLOGI KONSTRUKSI

Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan cara yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian pembuatan atau pewujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi).

Berbeda kalau kita membahas tentang suatu produk-seni yang mana proses pembuatannya dilaksanakan secara intuitif jadi tidak secara rasional, sedemikian sehingga karya seni tersebut tidaklah dapat dikatagorikan sebagai suatu produk teknologi. Kalau bahasan wacana ini dikembangkan secara lebih jauh maka kata Teknologi ini biasanya mempunyai pasangan kata yang populer yaitu Science, jadi pasangan kata Science dan Teknologi. Sesungguhnya kata Science ini lebih dekat dengan jawaban kata “WHY”, selanjutnya kata Teknologi dilain pihak sangat dekat dengan pengertian kata jawaban dari “HOW”.

Kalau kita bandingkan penguasaan Teknologi Konstruksi Baja dengan Konstruksi Beton secara umum dapat kita ketahui, bahwa berdasarkan pengalaman selama ini bahwa teknologi pembuatan konstruksi beton lebih banyak dikuasai oleh bangsa kita, apabila dibandingkan dengan teknologi baja, hal ini dikarenakan bahwa semua unsur material pembuat beton banyak tersedia di Pulau Jawa, karena itu maka nilai rating konstruksi beton kita tetapkan dengan nilai 5, sedangkan untuk konstruksi baja kita tetapkan dengan nilai 3.

Selanjutnya kalau kita berikan penilaian terhadap keahlian konstruksi, maka dapat kita ketahui dengan jelas bahwa banyaknya tenaga terampil dan tenaga ahli yang bergerak dibidang pembuatan konstruksi beton lebih banyak dan lebih mudah ditemukan bila dibandingkan dengan, tenaga terampil dan tenaga ahli dibidang konstruksi baja, jadi dapat kita simpulkan disini bahwa nilai rating untuk konstruksi beton pasti lebih tinggi bila dibandingkan dengan konstruksi baja, karena itu kita putuskan nilai untuk beton kita ambil 5 dan untuk konstruksi baja kita ambil nilai 3.

KELEMBAGAAN USAHA

Kalau dilakukan juga penilaian terhadap ada atau tidaknya lembaga usaha yang mampu melaksanakan pekerjaan suatu jenis konstruksi, maka yang perlu diketahui disini adalah apakah kualifikasi dari suatu badan usaha tersebut sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan ditinjau dari segala aspeknya, apakah sudah ada sertifikasi yang sesuai untuk kualifikasi tersebut dan lain sebagainya.

JASA KONSTRUKSI

Penilaian terhadap sistem apabila dilihat dari sudut Jasa Konstruksi, tentu saja akan melibatkan penilaian apakah pelaksanaan Jasa Konstruksi di Indonesia telah mempunyai suatu landasan Hukum yang kuat, juga apakah pelaksanaan jasa konstruksi disini telah berdasarkan prinsip Market-Oriented. Jadi telah menterapkan sistem persaingan bebas sedemikian sehingga jaminan keamanan terhadap pelaksanaan jasa konstruksi dapat berkembang berdasarkan prinsip persaingan bebas, yang memungkinkan dunia usaha dibidang Jasa Konstruksi ini betul-betul akan hidup dan berkembang secara sehat berdasarkan prinsip-prinsip di atas dan didukung oleh pengembangan Professionalisme.

Dalam hal perbandingan Sistem Konstruksi Baja apabila kita bandingkan dengan Sistem Konstruksi Beton akan dapat ditarik kesimpulan berdasarkan kenyataan yang ada maka pelaksanaan konstruksi beton akan lebih mudah dan lebih disukai dibandingkan dengan pelaksanaan Konstruksi Baja, kerena itu penetapan besarnya nilai rating yang diambil adalah paralel dengan hal tersebut diatas yaitu nilai 5 untuk konstruksi beton dan nilai 3 untuk konstruksi baja.

Penilaian selanjutnya akan ditujukan kepada nilai-nilai Eksternal yaitu efektif, ekonomis, durability, manfaat, integrasi terhadap sistem lain dan tingkat gangguannya terhadap lingkungan hidup.

EFEKTIVITAS

Kalau kita melihat sejauh mana suatu konstruksi itu akan mempunyai tingkat nilai yang efektif, tentu saja harus diketahui proses pembuatannya dan pemasangan bahan tersebut sampai menjadi suatu bangunan, apakah pada setiap tahapan proses tersebut telah diterapkan syarat-syarat efektivitas tersebut dan apakah pada setiap proses tersebut telah pula diterapkan prinsip-prinsip kontrol kualitas secara ketat, untuk itu kalau kita bandingkan proses pembuatan dan pelaksanaan Konstruksi Baja apabila kita bandingkan dengan proses pembuatan dan pelaksanaan Konstrusi Beton maka dengan mudah dapat diketahui bahwa jaminan tingkat efektivitas dari konstruksi baja akan lebih unggul bila dibandingkan dengan konstruksi beton karena itu penetapan besarnya nilai rating dapat diambil sebagai berikut yaitu untuk baja diambil nilai 5 sedangkan untuk beton dtetapkan nilai 3.

EKONOMIS

Penilaian tentang ekonomis atau tidaknya suatu proyek haruslah dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pertimbangan ekonomis suatu proyek antara lain prinsip Benefit-Cost Ratio yaitu suatu prinsip yang dikembangkan berdasarkan penghitungan besarnya biaya yang akan dikeluarkan oleh proyek tersebut. Selanjutnya kita bandingkan dengan besarnya manfaat yang akan diperoleh apabila proyek tersebut sudah berfungsi. Selain prinsip tersebut ada lagi metode lainnya yaitu berdasarkan prinsip Internal-Rate of Return yang dikembangkan atas dasar prinsip diskonto terhadap pengembalian dari investasi yang ditanamkan, kadang-kadang prinsip ini sering juga disebut dengan prinsip Net Present Value. Ada lagi cara lainnya yaitu dengan prinsip pengembalian Investasi yaitu dengan prinsip W.A.C.C. Dengan menggunakan prinsip-prinsip di atas dapat kita lihat atau diukur berapa tingkat ekonomisnya suatu proyek tersebut.

Dalam hal membandingkan tingkat ekonomis konstruksi baja bila dibandingkan dengan konstruksi beton maka secara umum konstruksi Beton sedikit lebih hemat dibandingkan dengan konstruksi Baja, untuk daerah tertentu misalnya di Pulau Jawa. Sedangkan untuk daerah lainnya misalnya di Pulau Kalimantan maka Konstruksi baja bisa sedikit lebih murah bila dibandingkan dengan Konstruksi Beton, karena itu untuk penilaian ratingnya dapat diambil sama.

UMUR RENCANA

Penilaian terhadap besarnya umur rencana suatu proyek umumnya telah ditetapkan pada waktu proses perencanaannya, jadi biasanya setiap proyek tersebut telah dihitung terlebih dahulu berapa prediksi umur yang akan dicapai apabila proyek tersebut dibangun, kemudian dimensi proyek tersebut baru dihitung sesuai dengan umur yang telah ditetapkan tersebut selanjutnya besar nilai proyek tersebut lalu dihitung berdasarkan dimensi tersebut bila kita kalikan dengan harga satuan dari masing-masing unit-price pekerjaan yang akan dilakukan tersebut. Umur rencana ini tentu saja perlu dikaitkan pula dengan pemeliharaan dari proyek tersebut, mengingat bertahannya suatu proyek tidak terlepas dari biaya pemeliharaan yang kita anggarkan. Semua biaya yang dikeluarkan mulai dari biaya perencanaan sampai dengan biaya pemeliharaan itu umumnya disebut dengan Life-Cycle Cost. Jadi yang penting ditekankan disini adalah apakah Performance Indicator yaitu umur rencana itu dapat dicapai atau tidak, namun menurut pengalaman yang ada banyak proyek yang tidak mencapai umur rencana yang ditetapkan. Dalam hal pengambilan contoh rating ini dapat diambil untuk Beton yaitu sebesar 5 sedangkan untuk baja diambil nilai 3, mengingat biaya pemeliharaan beton lebih murah dibandingkan dengan beton.

MANFAAT

Pemberian penilaian terhadap manfaat yang akan diperoleh masyarakat akibat adanya suatu proyek dapat kita bedakan dengan perolehan manfaat langsung dan manfaat tidak langsung, dalam hal manfaat langsung sesungguhnya telah ditetapkan lebih dahulu pada awal pembuatan Studi-Kelayakan Proyek tersebut. Kita ambil misal untuk proyek jembatan, sebelum proyek tersebut dibuat tentu terlebih dahulu telah dilakukan kajian ekonomis apakah proyek tersebut cukup ekonomis atau tidak, salah satu tolok ukur tersebut adalah melakukan prediksi, berapa jumlah traffic yang akan lewat pada jembatan tersebut untuk suatu periode tertentu sampai tercapai suatu umur rencana atau selama masa pelayanan dari konstruksi tersebut. Dalam hal ini apabila kita bandingkan manfaat langsung dari kedua macam konstruksi tersebut, tentu saja akan menghasilkan nilai yang sama. Lain lagi kalau penilaian tersebut dilanjutkan kepada penilaian terhadap manfaat tidak langsung misalnya kemungkinan kesempatan kerja, tentu saja akan menghasilkan nilai yang berbeda. Tapi dalam kesempatan ini sebaiknya pembahasan ini dibatasi saja terlebih dahulu dengan penilaian terhadap manfaat langsung.

Melakukan penilaian yang lengkap terhadap kajian manfaat dari suatu proyek konstruksi sebenarnya tidaklah terlalu mudah dikarenakan harus melibatkan banyak fihak antara lain publik. Kalau sudah berhadapan dengan publik dalam jumlah yang cukup mewakili maka haruslah diadopsi suatu sistem penelitian yang dikembangkan berdasarkan suatu sistem angket atau beberapa cara lain yang dilaksanakan berdasar prinsip-prinsip statistik melalui proses jajak pendapat yang lengkap, kita akan memperoleh hasil penelitian yang lengkap.

INTEGRASI SISTEM

Pembahasan mengenai terintegrasinya suatu sistem konstruksi yang ditinjau haruslah dilihat secara keseluruhan apakah ada terdapat banyak konstruksi yang sejenis yang telah dibangun disekitar daerah sistem konstruksi yang kita tinjau kemudian haruslah diteliti sejauh mana keterkaitan dari masing-masing sistem konstruksi yang telah ada dan harus juga dilihat sejauh mana potensi keterkaitan sistem konstruksi tersebut dimasa depan. Atas dasar kesemuanya itu dapatlah disimpulkan seberapa jauh tingkat ketergantungan sistem tersebut satu sama lain dan atas dasar hal tersebut di atas dapatlah diperoleh tingkat efisiensi tertentu yang dapat dicapai bila dibandingkan dengan hanya sebuah single sistem saja yang kita terapkan, hal ini dapat dengan mudah kita pahami yaitu pembelian suatu barang secara Grossir tentu akan lebih hemat bila dibandingkan membeli secara eceran.

Dalam hal ini secara umum maka konstruksi beton akan lebih mudah terintegrasi dengan sistem konstruksi lainnya yang menggunakan bahan beton apabila dibandingkan dengan sistem konstruksi baja karena itu adalah wajar kalau rating untuk beton diambil lebih besar yaitu sebesar 5, bila dibandingkan dengan konstruksi baja yaitu 3.

MASALAH LINGKUNGAN

Dalam hal penilaian terhadap masalah lingkungan ini, maka akan dapat dikembangkan secara lebih luas dan lengkap bila dalam kesempatan ini dibahas pula masalah dampak kerusakan lingkungan yang dapat terjadi pada suatu lingkungan proyek, namun mengingat dalam kesempatan ini hanya akan dilihat secara garis besarnya saja, maka dapat dengan mudah kita tentukan bahwa tingkat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh Sistem konstruksi beton akan lebih mencemari lingkungan mengingat umumnya jenis konstruksi ini akan memanfaatkan sebesar-besarnya penggunaan material setempat semisal batu, pasir, dan air yangdigunakan sebagai bahan pembuat beton, karena itu penetapan besarnya nilai rating yaitu sebesar 5, untuk konstruksi baja adalah wajar bila dibandingkan dengan nilai 1.

Dari uraian di atas dapatlah diperoleh semua faktor penentu penilaian terhadap suatu sistem yang ditinjau dimana semua faktor-faktor penentu tadi dapat disebut dengan sebutan lain yaitu dikenal sebagai “Performance Indicator” yaitu faktor-faktor yang kita tetapkan untuk menilai sejauh mana performance suatu sistem yang ditinjau itu bekerja dengan benar, jadi suatu kebijakan yang baik itu tentulah suatu kebijakan yang diambil berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang disepakati bersama. Disamping ini ada pula suatu penilaian yang dikembangkan untuk menilai suatu Policy yang telah dilaksanakan sebelumnya tentu saja penilaian yang dilakukan disini adalah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya apakah Performance yang dicapai telah sesuai atau tidak bila dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan semula, apabila ternyata tidak tercapai maka haruslah ditelusuri kira-kira faktor-faktor yang menjadi penyebab utama dari penyimpangan-penyimpangan tersebut, untuk kemudian dapat dihindari dikemudian hari, selanjutnya kalau kita masukkan kriteria-kriteria baru sebagai Performance Indicator yang baru hal ini dimungkinkan sebagai bentuk penajaman penilaian dimasa datang.

Lebih jauh lagi akan lebih mudah melakukan penilaian terhadap kebijakan suatu Sistem Konstruksi ini haruslah dikembangkan kumpulan-kumpulan database dari masing-masing Indikator Penilaian yaitu database tentang Sistem Konstruksi, Teknologi Konstruksi, Keahlian Konstruksi, database tentang Harga Satuan, selanjutnya juga database tentang Sistem Konstruksi di suatu lokasi dan lain sebagainya. Atas dasar database tersebut, maka akses untuk melakukan penilaian terhadap suatu sistem konstruksi akan dapat dengan mudah dilakukan, sedemikian dasar-dasar pengambilan kebijakan yang baik dapat diambil dan ditetapkan, dan pada langkah lebih lanjutnya tentulah hasil kebijakan tersebut akan bernilai optimum dan akan bermanfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat banyak


Oleh: Ir. Herry Vaza, MEngSc

Kepala Bidang Rencana dan Evaluasi

Pusat Penilaian Mutu Konstruksi

BAPEKIN, KIMPRASWIL

 

Standar Kompetensi Bidang Konstruksi Batu / Beton

Filed under: Teknik Sipil, Edukasi

Daftar Istilah

  1. acuan (bekisting) adalah suatu sarana pembantu struktur beton untuk pencetak beton sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang direncanakan.
  2. agregat adalah material granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah dan kerak tungku besi, yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan.
  3. agregat ringan adalah agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai berat 1100 kg/m3 atau kurang.
  4. agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi ‘alami’ bantuan atau pasir yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm.
  5. agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi ‘alami’ dari bantuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5-40 mm.
  6. adukan adalah campuran antara agregat halus dan semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain dan air.
  7. 7. angker adalah media untuk mengikat dalam suatu sambungan beton pracetak.
  8. bahan tambahan adalah suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang dibubuhkan kedalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu untuk merubah beberapa sifatnya.
  9. beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk masa padat.
  10. beton bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja.
  11. beton-normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200- 2500 kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan bahan tambahan.
  12. beton praktekan adalah beton bertulang yang telah diberikan tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja.
  13. beton pracetak adalah elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan.
  14. beton ringan struktur adalah beton yang mengandung agregat ringan yang mempunyai berat isi tidak lebih dari 1900 kg/m3.
  15. beton polos adalah beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum.
  16. berat jenis adalah perbandingan antara berat dan volume suatu material (misalnya: beton).
  17. CGS adalah standar internasional terkecil dalam ukuran metrik (dalam sentimeter).
  18. dowel adalah material penghubung antara 2 (dua) komponen struktur.
  19. deking adalah beton tahu untuk pedoman ketebalan beton.
  20. faktor air semen (fas) adalah perbandingan antara jumlah semen dan air pada beton.
  21. konstruksi batu adalah pasangan batu yang berfungsi sebagai elemen konstruksi dengan kekuatan tekan > 100 kg/cm2.
  22. konstruksi beton adalah beton yang berfungsi sebagai elemen konstruksi
  23. Kabel adalah susunan material yang digunakan dalam media penarikan beton pratekan, biasanya disebut ‘tendon’.
  24. MKS adalah standar internasional terbesar dalam ukuran metrik (meter).
  25. perancah (scaffolding) adalah suatu struktur (kerangka) sebagai (1) sarana kerja bagi pekerja untuk melakukan tugas pada ketinggian tertentu dan (2) penyangga acuan beton yang berfungsi mencegah terjadinya perubahan posisi acuan dari posisi yang telah ditentukan
  26. sengkang adalah tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan geser dan torsi dalam suatu komponen struktur, terbuat dari batang tulangan, kawat baja atau jaring kawat baja las polos atau deform.
  27. segregasi adalah pengelompokan agregat yang homogen pada adukan beton, dimana agragat kasar terpisah dengan agregat halus. Standar Kompetensi Bidang Konstruksi Batu/Beton Halaman - vii DEPDIKNAS RI
  28. tulangan adalah batang baja berbentuk polos atau defon atau pipa yang berfungsi untuk menahan gaya tarik pada komponen struktur, tidak termasuk tendon prategang, kecuali bila secara khusus diikut sertakan.
  29. tulangan polos adalah batang baja yang permuakaan sisi luarnya rata tidak bersirip atau berukir.
  30. tulangan deform adalah batangan baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi bersirip, atau berukir.

Daftar Terjemahan

  1. accelerator adalah bahan tambah untuk mempercepat pengikatan beton.
  2. admixture adalah bahan tambah untuk campuran beton.
  3. additive adalah bahan tambah untuk campuran beton.
  4. bouwplank adalah papan duga dalam istilah Belanda.
  5. barsteel adalah rangkaian tulangan.
  6. box adalah korak penyedia daya atau arus listrik.
  7. bucket tower crane adalah kotak pembawa material dari mesin angkat.
  8. bleeding adalah beton yang kelebihan air, sehingga air semen naik ke permukaan.
  9. bendraat adalah kawat pengikat tulangan dalam istilah Belanda.
  10. batching plant adalah lokasi / tempat pengadukan.
  11. conveyor adalah ban berjalan untuk membawa material.
  12. cofferdam adalah menahan / membendung adukan beton sehingga tidak tercampur lingkungan (tanah, sungai dan sebagainya).
  13. cast in situ adalah pelaksanaan pracetak beton di lapangan.
  14. doka adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.
  15. dump truck adalah truk yang mampu membawa adukan beton.
  16. forklift adalah mesin / alat angkat.
  17. hoist adalah mesin / alat angkat.
  18. hammer test adalah uji palu beton pada lapisan yang telah mengeras.
  19. in situ adalah lokasi / lapangan.
  20. jacking adalah mesin / alat penarik kabel pratekan.
  21. lay-out adalah penggunaan tata ruang di lapangan.
  22. mold adalah acuan untuk pelaksanaan pengecoran beton.
  23. mix design adalah disain campuran beton berdasarkan berat atau volume.
  24. maccaferri adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.
  25. power adalah energi listrik di lapangan yang berasal dari PLN atau generating set.
  26. portland cement adalah semen abu-abu.
  27. post-tension adalah penarikan pada beton pratekan setelah beton mengeras.
  28. pre-tension adalah penarikan pada beton pratekan sebelum dilaksanakan pengecoran.
  29. peri adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.
  30. retarder adalah bahan tambah untuk memperlambat pengikatan beton.
  31. rapid klam adalah alat penjepit pada acuan untuk struktur kolom dan balok.
  32. ready mix concrete adalah beton yang siap pakai.
  33. speady adalah uji pada semen abu-abu untuk mengetahui kemampuan ikatan semen.
  34. slump adalah alat uji konsistensi/kekentalan beton.
  35. steel proff adalah tiang baja yang berbentuk silinder dapat diatur ketinggiannya.
  36. shear connector adalah bahan / material penghubung antara 2 (dua) material yang berbeda karakteristiknya (komposit).
  37. strands adalah kumpulan kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk kabel.
  38. setting time adalah pengaturan atau penentuan waktu ikat pada beton.
  39. sand blasting adalah alat / mesin pembersih permukaan pada beton sebelum dilaksanakan perbaikan beton atau penutupan kembali.
  40. shop drawing adalah gambar pelaksanaan / kerja.
  41. site-plan adalah rencana lokasi / areal pelaksanaan. Standar Kompetensi Bidang Konstruksi Batu/Beton Halaman - viii DEPDIKNAS RI
  42. stressing adalah penarikan kabel atau tendon pratekan.
  43. truck mixer adalah truk yang mampu mengaduk beton.
  44. timing adalah pemilihan waktu untuk merencanakan ikatan beton.
  45. troley adalah alat / mesin pembawa adukan beton.
  46. uplift adalah tekanan / gaya angkat.
  47. wearing diagram adalah pembungkus kabel (isolator) yang memiliki arus listrik.
  48. workshop adalah lokasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan fabrikasi.
  49. waterpas adalah alat / mesin untuk mengukur kedataran suatu pasangan konstruksi.
  50. wires adalah kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk kabel.
  51. workability adalah kemudahan di dalam melaksanakan suatu pekerjaan konstruksi.
  52. wika precast adalah perusahaan (Wika, BUMN) yang memproduksi beton pracetak.
March 27, 2008

Situs Porno Ditutup

Filed under: CurHatKu, Umum

Polemik seperti apa yang bakal terjadi disekeliling kita bila situs porno tersebut ditutup ?, akan banyak komentar yang akan kita jumpai dengan pertanyaan tersebut. ada yang setuju dan ada pula yang tidak menginginkan, mungkin ada yang memilih keduanya karena dua sisi yang selalu bergantian dalam pikiran.

Memang benar tindakan pemerintah atas kebijakan tersebut karena tidak sesuai dengan etika dan agama, selain itu juga proses pendewasan yang menyimpang dikalangan anak dibawah umur. dengan keterbukaan akses tersebut banyak anak-anak sekolahan bahkan SD dengan leluasanya menikmati tayangan-tayangan yang bakal menghancurkan generasi muda kita. terlalu dini bagi mereka dan dampak dari pendewasan instan tersebut telah banyak kita saksikan di sekitar kita dan begitu banyaknya diberitakan dimedia-media pemberitaan seperti di Televisi dan Koran-koran.

Dan bagaimana bagi yang dewasa ?, yang menganggap ini hanya refreshing baginya disaat kesibukan-kesibukan dan tekanan-tekanan pekerjaan mereka. ataukah ini adalah jenis-jenis pembelajaran sex bagi mereka yang telah menempuh pernikahan?

Apapun pendapat kita, tidak ada yang salah. dari sinilah kita diajak untuk berfikir bagaimana menanggapi hal tersebut dan bagaimana pengaruhnya bagi anak-anak kita jika keleluasaan akses tetap dibuka. " MAU JADI APA NEGARA KITA "



#################################################### #### Do Not Remove #### -->